KENALI MEREKA

Kenali Mereka – Pada tahap pertama ini tugas kita adalah mengenali. Berkenalan maksudnya? Iya, dong. Berkenalan dengan mereka. Siapa? Kenali apa itu terorisme. Karena langkah pertama kita adalah mengenali mereka terlebih dahulu agar pencapaian kita mengenali terorisme bisa kita lanjutkan ke tahapan berikutnya. Kamu ingat tidak, peristiwa September Kelabu, Bom Bali I di tahun 2002 dan masih banyak peristiwa yang terjadi pada masanya sontak masyarakat dikejutkan dengan aksi terorisme. Mengapa bisa terjadi? Apa keuntungan yang mereka dapatkan? Tentu jelas, berbagai pertanyaan muncul dipikiran kita.
So, apa itu terorisme? Terorisme adalah tindakan atau aksi aksi radikal yang kadang ada menyatakan sama seperti ancaman tindak kekerasan yang menyebabkan rasa tidak nyaman di masyarakat. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Karena adanya pandangan-pandangan yang tercipta di luar norma dan keyakinan sehingga timbullah rasa takut dan ketidaknyamanan.
Maka perkenalan kita tentang arti terorisme ini sangatlah penting sehingga dengan berkenalan dengan arti dari terorisme kita akan mengetahui ciri-ciri atau bentuk teror yang terjadi di masyarakat sehingga kita mudah merancang aksi-aksi selanjutnya. Tentunya kita akan memahami sebuah tindakan radikal yang sangat merugikan masyarakat ini.
Setelah kita mengetahui selanjutnya kita akan mewaspadai. Mewaspadai segala bentuk terorisme agar kita dan banyak orang lain lagi tidak terjerumus pada tindakan radikal yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain.
Langkah terakhir adalah mencegah. Pastinya, anak muda sekarang ini banyak cara jitu untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan. Seperti pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati. Mencegah terorisme hadir di tengah kita adalah merangkul anak-anak muda untuk tidak salah pilih dan tidak salah langkah. Caranya? Sudah sangat banyak kegiatan postif yang bisa dilakukan selain kita sibuk dengan kegiatan yang sebenarnya tidak baik untuk diikuti. Misalnya kita berkumpul dengan teman-teman yang memiliki satu kesamaan seperti membuat inovasi baru dengan hasil karya kita sendiri. Dengan begitu kita akan menikmati hasil dari usaha yang kita lakukan. Jika kita beralih, tidak akan ada rasa bangga di dalam diri saat hal buruk tersebut sudah bersarang di kepala.
Sudah kenalkah kita dengan mereka? Mari pelajari, waspadai dan cegah mereka!! 
(Sumber: www.bintangberpuisi.damai.id)
Share on Google Plus

About Dewi Sartika

Bintang Berpuisi adalah sebuah weblog bebas dan mencoba untuk jadi orang keren di Medan
    Blogger Comment
    Facebook Comment

54 comments:

  1. Semoga negara damai terus ya. Ga ada teroris-teroris lagi.. Eh ga cuma negara kita aja sih. Di seluruh dunia. Yang jadi korban teroris jg org2 yang ga bersalah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, semoga negara kita dan dunia terbebas dari yang namanya terorisme dan propaganda. Yuk sama sama tebar perdamaian

      Hapus
  2. Waahh, kalau informasi seperti ini dijadikan tema untuk seminar" di sekolah atau kampus pasti bermafaat banget. Karena justru merekalah yang kadang menjadi sasaran empuk para oknum yang gak bertanggung jawab..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, bener banget. Sasaran empuknya emang remaja remaja. Pas banget kan ya

      Hapus
  3. Bersama menebar perdamaian, hidup damai aman rukun bukannya enak ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya lebih enak hidup rukun dan tentram

      Hapus
  4. Bersama menebar perdamaian, hidup damai aman rukun bukannya enak ya :D

    BalasHapus
  5. semoga Indonesia semakin damai, yang paling penting kita harus bijak menyingkapi informasi di jejaring sosial yang kadang kadang radikal dan meyesatkan ya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, cara sederhananya kita harus bijak menyikapi informasi

      Hapus
  6. Duh, diajak kembali ke Bom Bali 13th silam. Banyak tangis, amarah dan kekesaln yang pernah terjadi di masa itu.
    Bukan, bukan mengingat masa lalu, hanya saja pedihnya kala itu tak ingin kembali dirasakan. Semoga Indonesia tak ada lagi hal yang membuang2 darah tak berarti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita belajar dari masa lalu untuk saling mempererat perdamaian

      Hapus
  7. Sedihnya, terorisme selalu dilekatkan kepada aksi salah satu agama. Seolah terorisme memang disempitkan maknanya hanya untuk aksi brutal agama tsb.
    Tapi jika terorisme dilakukan selain agama tersebut, maka judul aksinya pada headline akan berbeda.
    Bukankah begitu? Semacam majas spesialisasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menyikapi persoal agama tertentu para pelaku teroris selalu fokus ke satu agama.

      Hapus
  8. terorisme memang perlu dikenalkan sejak dini dalam upaya penyegahannya. karena memang anak muda yang tak tahu apa itu yang sebenarnya mudah saja terbawa arus. iya mereka mungkin berpikir "baik" padahal yang dinilai baik belum tentu baik. lingkunga dan keluarga yg paling bisa menjaga. semoga kita semua bisa semakin bijak menghadapi ini semua :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, yuk kita waspadai kk dan jaga keluarga kita

      Hapus
  9. Bagaimana ciri2 teroris itu? Penasaran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cirinya sederhana mba, mengandung kekerasan, mencari identitas diri dan masih banyak lagi

      Hapus
  10. Wuih ngeri bahasannya tentang teroris

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eheheh berat tapi inilah awal kita untuk mencegah

      Hapus
  11. Remaja sekarang harus banyak diperkenalkan dengan kegiatan positif, supaya tidak salah memilih pergaulan juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener kak ryan, hal yang seperti harus kita lakukan

      Hapus
  12. Harusnya memang seperti itu sih, kenali lebih dulu, nantinya akan tau mana yang benar2 teroris dan mana yang dituduh teroris. Sekarang ada orang pake celana pendek dikit dibilang teroris, brewokan dikit dibilang teroris juga, padahal itu sunnah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah diselidiki dulu tentunya mba

      Hapus
  13. kenali dl ya....
    skrg anak muda di Jepara lg kumpul2 buat sesuatu yg positif. smoga gak ada yg berkasus terorisme

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, semoga banyak hal positif yang kita lakukan untuk mencegah ya

      Hapus
  14. Tetapi, kadang-kadang banyaknya informasi yang diterima (dalam bentuk edukasi sekalipun) untuk yang memang orientasi atau pernah punya keinginan ke arah situ, malah cenderung menjadi semakin penasaran.

    Tidak hanya tentang terorismen, misalkan juga untuk kasus rokok, minuman keras dan lain sebagainya.

    IMO sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasi kak dhika, semoga bisa menjadi bahan untuk ulasan selanjutnya

      Hapus
  15. Hemmm tapi terkadang ada juga terorisme berkedok edukasi ya pokoknya kenali dulu apa itu teroris

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang banyak, selain edukasi melalui video dan games juga ada

      Hapus
  16. Terorisme itu gimana ya? Motifnya ideologis sih. Tepatnya ideologi yg mau mematikan ideologi lainnya. Jadi selama masih ada ideologi lain selain ideologi yg dianut teroris, maka terorisme akan tetap ada.

    Tapi semoga negara kita yg dikenal sebagai negara yg ramah dan damai selalu diberikan kedamaian oleh Tuhan YME.

    BalasHapus
  17. menurut saya, terorisme yang melandaskan suatu agama adalah sesuatu yang tidak benar, apa hubungannya agama sampai dibawa2 dalam terorisme, benar benar sebagai ajang mencoreng nama baik agama tsb -___-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak Fan, mereka selalu mengkait-kaitkan karena itulah mereka mencari sensasi dan mempropaganda salah satu agama

      Hapus
  18. Wah. Tema mba Dewi, teror lg hitz mba.
    Bisa persuasif ni.

    Kita jadi tergugah ttg terorisme .

    Thx & regards,
    Kandida

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sama kak, kaalu bukan kita siapa lagi. Yuk bantu kami merangkul perdamaian

      Hapus
  19. iya, kenali mereka dg baik, biar kita gak gampang ngejudge yg gini itu teroris yg gitu itu teroris, padahal dia gak tau apa-apa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju kakak, kenali dulu, selidiki, baru cegah

      Hapus
  20. berat postingan ini. Baru pertama kalo mampir :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak berat kalilah kak hadi, kan cuma badanku yang berat

      Hapus
  21. Sayangnya di jaman yg katanya HAM dijunjung tinggi dan diskriminasi sangat dimusuhi, kata TERORISME sangat lekat pada agama Islam :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Justru katena itu, kak kita pengen menyuarakan perdamaian kalau toleransi beragama itu penting adanya

      Hapus
  22. Setuju tuh sama pertanyaan diatas.. bahwa paradigma terorisme selalu dikaitkan sama agama islam.. tp yang jelas kita harus waspada aja terhadap orang baru dilingkungan kita, yang tidak mau bergaul apalagi ga nyapa sama sekali

    BalasHapus
  23. Setuju tuh sama pertanyaan diatas.. bahwa paradigma terorisme selalu dikaitkan sama agama islam.. tp yang jelas kita harus waspada aja terhadap orang baru dilingkungan kita, yang tidak mau bergaul apalagi ga nyapa sama sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah yang dikaitkan itu perlu kita tengahi kebenarannya

      Hapus
  24. Apapun alasan yg melatarbelakangi tindak laku terorisme itu tdk dpt dibenarkan. Semoga negeri ini terbebas dari ancaman terorisme

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin semoga, yuk kak kita suarakan perdamaian

      Hapus
  25. Huft. Terorisme. Menyedihkan dan agak miris kalau denger istilah itu. Apalagi kadang hal itu ditujukan ke salah satu agama aja :'

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah karena itu kita perlu menghilangkan istilah itu

      Hapus
  26. Terima kasih atas informasinya yang sangat penting izin shared buat belajar di rumah

    BalasHapus

KOMENTAR DI SINI
BUKAN SPAM DI SINI YA :)