Aku (Telah) Pulang


Berbagi takkan buatmu rugi. Beli, yuk! 


Semua telah berbalik arah.
Sebuah tujuan juga tak pernah tepat waktu.
Kita lenyap dalam memori pertemuan.
Kembalilah, jika tawa bukanlah tempatmu mengadu asa.
Kembalilah, jika segenggam mimpi masih terombang ambing pada hasrat nestapa.

Di balik cakrawala, kita bukanlah semesta yang berpulang.
Di dalam ingatan, kita juga bukanlah pemenang yang enggan berperang.
Tutuplah kedua telingamu.
Tutuplah erat-erat sampai kita tahu, kembali adalah senyap.
Sampai kita tahu pemenang yang menang telah kembali pulang.
Jannatuna'im.


Puisi ini salah satu karya yang aku tulis tahun lalu. Puisi ini juga sudah terbit dalam buku antologi RUMAH yang dibuat secara keroyokan bersama Komunitas Sigi Medan. Buat kalian yang mau membeli buku ini bisa langsung ke nulisbukucom ya. Setiap pembelian buku ini, berarti kamu sudah ikut berdonasi dalam kegiatan-kegiatan Sigi Medan Ceria sebab hasil penjualan buku ini 100% untuk kegiatan di tahun ini lho. Buruan pesan dan nikmati setiap alur ceritanya.
Share on Google Plus

About Dewi Sartika

Bintang Berpuisi adalah sebuah weblog bebas dan mencoba untuk jadi orang keren di Medan
    Blogger Comment
    Facebook Comment

6 comments:

  1. harus memahaminya lebih dalam agar paham dulu ya kak

    BalasHapus
  2. Bagus kak puisinya. Dan aku mendadak ingat kalau dulu pernah ngebet ngajak temen-temen buat antologi puisi di nulisbuku. Tapi sampai sekarang belum tercapai. *mendadak hubungin teman-teman* :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo hubungi temannya buat antologi, aku nebeng 2 puisi juga mau kok

      Hapus
  3. wah, ternyata sang penulis puisi yang hadal juga blogger satu ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak handal, mas. msih tahap belajar

      Hapus

KOMENTAR DI SINI
BUKAN SPAM DI SINI YA :)