Lentera Hitam di Sudut Ruang





Ketika sebuah perjalanan hilang
Bibir tak berani mengucap selamat tinggal
Pun terang, seolah dia pergi kemudian kembali
Pada titik jenuh yang paling akhir.

Lentera, kini memasung di sudut ruang
Mengeja perjalanan terjauh yang pilu.
Adakah akhir dari sebuah mimpi?
Jika yang terpancar hanya semburat
Kata yang melumat dan tertelan bayangan.

Sudikah kita berjalan menghitung waktu?
Jika pandangan hanya sebuah retorika tanpa tujuan

Sunggal, 25 Maret 2017

Share on Google Plus

About Dewi Sartika

Bintang Berpuisi adalah sebuah weblog bebas dan mencoba untuk jadi orang keren di Medan
    Blogger Comment
    Facebook Comment

2 comments:

  1. puisinya dalem sekali mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ihihi terima kasih mbak, jika ada saran dan masukan bisa diterima dengan senang hati lho

      Hapus

KOMENTAR DI SINI
BUKAN SPAM DI SINI YA :)